Puluhan Kiai Soroti Kasus Yaqut Cholil Qoumas, Rapat di Lirboyo, Minta Penegakan Hukum yang Adil

KOTA, JP Radar Kediri-Puluhan kiai sepuh dari berbagai daerah mengikuti pertemuan di Ponpes Lirboyo kemarin (21/10). Mereka menyoroti proses hukum Yaqut Cholil Qoumas. Para kiai menilai penanganan perkara yang menjerat mantan Menteri Agama di kasus kuota haji tambahan tersebut tidak adil. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, total ada 30 kiai yang diundang dalam acara tersebut. Merespons undangan tersebut, ada yang hadir langsung. Ada pula yang mengikuti pertemuan secara daring.

SEO, AI dan GEO

Tulisan saya kali ini masih ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya (minggu lalu, baca: Machine Marketing). Bahwa, saat ini mulai terjadi perubahan pada penggunaan AI (Artificial Intelligence) dalam konteks marketing. AI yang semula digunakan sebagai mesin penjawab pertanyaan, mulai bergeser menjadi aktor yang ikut membentuk permintaan pasar

Aturan Baru, Siswa Tak Otomatis Bakal Naik Kelas?

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Wacana kebijakan siswa tidak otomatis naik kelas oleh Pemerintah Pusat masih menjadi tanda tanya. Namun begitu, Disdik Kabupaten Kediri belum menerima petunjuk teknis (juknis) tersebut. Alhasil, pihaknya belum bisa melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. “Belum, petunjuk terkait belum kami terima,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kabid SMP Wahyu Murdjianto. Wahyu menyampaikan, Disdik akan melakukan sosialisasi kepada sekolah dan orang tua murid setelah petunjuk pelaksanaan diterima. Namun, untuk saat ini, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penerapan kebijakan tersebut.

Pemkot Kediri Perpanjang Kontrak 2 Ribu PPPK Paruh Waktu

KOTA, JP Radar Kediri- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengingatkan para aparatur sipin negara (ASN) agar tidak merasa berada di zona nyaman. Hanya memanfaatkan gaji buta. Tanpa menunjukkan integritas dan kedisiplinan kerja. “Jangan sampai (menjadi) ASN ini membuat kita merasa berada di zona nyaman. Artinya sudah digaji bukan berarti kita tidak bisa menunjukan kinerja kita,” kata Wali Kota Vinanda kemarin (19/10) di lapangan luar GOR Jayabaya.

MUI Minta Usut Aktor Intelektual Karhutla dan Desak Jadi Bencana Nasional

KOTA, JP Radar Kediri–Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang makin parah sejak Juli lalu. Ketua Umum MUI Muhammad Anwar Iskandar mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Tidak hanya itu, dia juga meminta aparat tegas mengusut aktor intelektual biang kebakaran.           “Dampaknya sudah sangat luas, maka pemerintah perlu menetapkan (karhutla) sebagai bencana nasional. Toh,  bantuan luar negeri sudah dibuka,” ungkap pria yang akrab disapa Gus War itu setelah berdiskusi dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono (19/10).