Yin dan Yang Marketing

Sebulan sekali, di pagi hari, saya on air di MFM Radio. Acaranya: ngobrol gayeng interaktif, membahas berbagai isu dan fenomena, dikupas dengan pendekatan marketing. Pekan lalu, saya membahas tentang “Yin dan Yang Marketing”. Ini lah pendekatan marketing kontemporer. Bagaimana penjelasannya? Konsep “Yin dan Yang”, sebuah filosofi kuno dari Tiongkok yang telah berusia ribuan tahun, pada dasarnya menjelaskan bahwa alam semesta bekerja melalui dua kekuatan yang berbeda, namun saling melengkapi. “Yin” melambangkan kelembutan, kesabaran, penerimaan, ketenangan, dan refleksi. Sebaliknya, “Yang” melambangkan energi, agresivitas, ekspansi, aksi, dan kekuatan.

Marketing Kelas Menengah

Tiga bank asing: Citigroup, HSBC Holdings, dan Standard Chartered dikabarkan telah menarik dana mereka dari Indonesia, dipindahkan ke kantor pusat masing-masing, dalam dua tahun terakhir. Jumlahnya tak main-main, mencapai sekitar USD 640 juta, atau setara dengan Rp 11,5 triliun. Angka ini bahkan melebihi akumulasi laba dari ketiga bank itu yang dihasilkan di Indonesia pada periode yang sama.

Shadow Economy

Anda mungkin pernah mendengar fenomena rokok illegal yang beredar di pasar. Disebut illegal, karena rokok tersebut tidak dilengkapi dengan pita cukai. Alias tidak membayar pajak. Konon, keberadaan rokok illegal yang marak itu membuat produksi rokok dari pabrikan besar menurun. Benarkah? Sejauh ini, belum ada data pasti yang mengkonfirmasi fenemona tersebut.

Marketing Piala Dunia 2026

Spanyol akhirnya menjadi juara, setelah dalam laga final Piala Dunia 2026 Senin lalu (20/7) berhasil mengalahkan Argentina 1-0, melalui gol krusial Ferran Torres di babak perpanjangan waktu (menit ke-106). Drama di lapangan hijau, tidak hanya menghasilkan juara baru. Tetapi juga berhasil menciptakan ledakan percakapan (viral conversation) yang meramaikan jagad media sosial global.

Aramco Vs Adidas

Ini masih tentang perhelatan Piala Dunia 2026. Kali ini saya mengutip hasil analisis yang dikeluarkan oleh Brand Finance terhadap 21 sponsor resmi FIFA. Brand Finance adalah lembaga konsultan valuasi dan strategi merek independen terkemuka di dunia yang berpusat di London. Ada yang menarik dari hasil analisis tersebut: Dari 21 brand yang menjadi sponsor resmi FIFA, yang memiliki kenaikan nilai merek terbesar adalah Aramco, perusahaan energi asal Arab Saudi, perusahaan yang tidak berhubungan langsung dengan olahraga atau bola. Brand yang berhubungan langsung dengan olahraga atau bola, yaitu Adidas, malah berada di peringkat ke 12.

Belajar dari Crocs

Anda mungkin cukup familier dengan brand sandal atau sepatu ini: Crocs. Tapi, anda mungkin tidak menyangka, bahwa model sandal tersebut pernah dimasukkan  oleh Majalah TIME dalam daftar “The 50 Worst Inventions” pada 27 Mei 2010. Yakni daftar 50 penemuan terburuk, dengan kritik utamanya diarahkan pada penampilannya.